Senin, 07 November 2016

Permainan Engrang



Ketika kita masih berumur anak-anak tentu kita tidak akan terlewatkan masa bermain yang dimana disana kita akan lupa waktu. Baik itu untuk makan atau pun yang lainnya. Di Indonesia sendiri sangat banyak sekali permainan anak laki laki secara tradisional yang masih sampai sekarang banyak sekali digunakan oleh anak-anak.
Salah satu permainan tradisional yang menantang dan memerlukan keseimbangan badan adalah engrang. 

Permaianan ini tentu saja agak sulit untuk di lakukan jika kita tidak terlatih.
Dengan menggunakan dua bambu, kita harus berjalan dengan tubuh yang seimbang. Bila saja tubuh tidak seimbang maka kita akan terjatuh.
Untuk melakukan permainan ini kita harus berlatih terlebih dahulu dengan cara dipegang bambunnya oleh orang lain agar kita tidak terjatuh.

Namun jika kita tidak di latih dengan baik maka tentu saja kita akan sangat sulit sekali untuk melakukan permainan ini.
Permainan engrang memerlukan keseimbangan tubuh agar tidak terjatuh. Namun kita juga harus sangat memperhatikan kondisi tubuh anak agar anak selalu dalam keadaan sehat. Kita bisa memberikan makanan instan yang dapat menyehatkan tubuh anak.
Kita bisa memilih salah satu produk nestle yang memang sangat baik sekali untuk kesehatan tubuh anak. Bisa susu, makanan intan dan lain sebagainya.

Jika kita sebagai orang tua sudah memenuhi asupan gizi. Anak akan sangat senang sekali bermain dalam keadaan sehat. Sanga disayangkan sekali jika anak sakit dan tidak bisa bermain bersama teman sebayanya.
Permainan anak laki laki ini jangan di anggap main-main karena bisa membahayakan kesehatan dan bisa saja terluka jika terjatuh.

Kita bisa meminta bantuan orang lain untuk dapat mengajarkan permainan engrang ini agar kita mahir memainkan permainan ini. Jika kita sudah mahir memainkan permainan ini, maka kita bisa berjalan bersama teman-teman kemanapun kita mau namun harus sangat berhati-hati dan jangan ke medan yang terlalu sulit karena jika jatuh akan sangat berbahaya. Kita sebagai orang tua harus mengenalkan anak kita terhadap permainan tradisional.

0 komentar:

Poskan Komentar