Minggu, 18 September 2016

Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Untuk menunjang tumbuh kembang yang maksimal dari anak maka berbagai makanan penting perlu diberikan kepada anak. Apalagi jika buah hati telah berusia 6 bulan ke atas maka memberikan makanan pendamping ASI sebagai penunjang tumbuh kembangnya mulai dapat diberikan. Dalam hal ini anda bisa memberikan berbagai jenis makanan seperti bubur susu, sari buah, dan juga berbagai jenis makanan lainnya seperti nasi tim dan yang lainnya. Akan tetapi pada tahap ini anak biasanya akan sering mengalami yang namanya susah makan atau pilih-pilih makanan. Untuk hal tersebut maka perlu cara yang mudah dan baru dalam mengatasi anak susah makan.
Untuk anda orang tua yang mengalami kesulitan dalam mengatasi anak susah makan maka beberapa cara berikut ini bisa anda coba dalam mengatasinya.

  1. Menyajikan makanan dengan sajian menarik. Cara pertama untuk bisa menarik perhatian anak supaya mudah makan yaitu dengan menyajikan makanan dalam sajian menarik. Dalam hal ini anda bisa membuat kreasi makanan dalam sajian berbeda, misalnya membuat nasi goreng yang dicetak seperti wajah hewan dan yang lainnya.
  2. Mengajak anak dalam menyiapkan makanan. Anak-anak tentunya akan senang jika saat diajak makan diajak pula saat membuatnya. Dalam hal ini orang tua dapat melibatkan anak dalam proses memasak, menyiapkan meja untuk makan atau mengajak anak saat melakukan belanja bahan makanan.
  3. Menjadikan saat makan saat yang menyenangkan. Untuk hal ini sebagai orang tua hindarilah saat makan dengan adanya ancaman, memaksa ataupun menghukum. Ini karena bisa membuat anak menjadi takut untuk psikologisnya saat waktu makan, sehingga menjadi malas untuk makan.
  4. Jangan terlalu memberikan minum saat makan. Saat anak anda sedang makan jangan terlalu sering memberikannya minum karena jika anak anda terlalu banyak minum maka tidak akan ada tempat diperutnya untuk makanan.
  5. Jangan dibiasakan memberi makan dengan iming-iming hadiah makanan penutup. Jika hal ini terus diberikan maka akan bisa membuat anak menjadi fokus hanya kepada konsumsi makanan manisnya saja, sedangkan untuk makanan pokoknya menjadi berkurang.

0 komentar:

Posting Komentar